{"id":1030,"date":"2022-12-29T12:24:19","date_gmt":"2022-12-29T04:24:19","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/artikelpintar\/?p=1030"},"modified":"2023-02-24T09:08:06","modified_gmt":"2023-02-24T01:08:06","slug":"1-4-diare-akut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/","title":{"rendered":"Diare Akut"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apoteker.Net<\/strong> &#8211; Prioritas penanganan diare akut, termasuk gastroenteritis, adalah pencegahan atau penggantian cairan dan elektrolit yang hilang. Hal ini penting khususnya pada bayi dan pada pasien yang lemah dan lansia. Untuk lebih rinci mengenai sediaan rehidrasi, lihat bagian 9.2.1. Kehilangan cairan dan elektrolit yang berat memerlukan perawatan segera di rumah sakit dan penggantian cairan dan elektrolit dengan segera.<\/p>\n<p>Obat antimotilitas (1.4.3) meringankan gejala diare akut. Obat-obat ini digunakan dalam penanganan diare akut tanpa komplikasi pada orang dewasa, penggantian cairan dan elektrolit mungkin diperlukan pada kasus dehidrasi, namun obat antimotilitas tidak dianjurkan digunakan untuk diare akut pada anak di bawah 12 tahun.<\/p>\n<p>Antispasmodik (bagian 1.2) kadang-kadang berguna dalam mengatasi kejang perut yang menyertai diare tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengobatan utama. Antispasmodik dan anti muntah <strong>sebaiknya dihindarkan <\/strong>pada anak dengan gastroenteritis karena selain tidak efektif juga tidak jarang menimbulkan efek samping.<\/p>\n<p>Antibakteri umumnya tidak diperlukan pada gastroenteritis ringan karena keluhan biasanya teratasi segera tanpa penggunaan obat tersebut. Infeksi bakteri sistemik memerlukan pengobatan sistemik yang sesuai, untuk obat-obat yang digunakan pada infeksi enteritis campylobacter, shigellosis,dan salmonellosis, lihat bagian 5.1 tabel 5.1. <strong>Siprofloksasin <\/strong>kadang digunakan untuk profilaksis terhadap <em>travellers diarrhea<\/em>, tapi penggunaan rutin tidak dianjurkan. Sedian Lactobacillus tidak efektif.<br \/>\n<strong>Kolestiramin <\/strong>dan <strong>campuran aluminium<\/strong><strong>\u00a0hidroksida<\/strong>, mengikat garam empedu yang tidak diabsorbsi dan meringankan gejala diare pada gangguan atau reseksi ileum.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#141_Larutan_rehidrasi_oral\" >1.4.1 Larutan rehidrasi oral<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#Tabel_13_Formula_Larutan_rehidrasi_oral_menurut_panduan_WHO_dan_UNICEF_Desember_2006\" >Tabel 1.3 Formula Larutan rehidrasi oral menurut panduan WHO dan UNICEF, Desember 2006<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#Tabel_14_Penilaian_derajat_dehidrasi_penderita_diare\" >Tabel 1.4 Penilaian derajat dehidrasi penderita diare<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#Tabel_15_Takaran_pemakaian_larutan_rehidrasi_oral_pada_diare\" >Tabel 1.5 Takaran pemakaian larutan rehidrasi oral pada diare<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#142_Adsorben_dan_obat_pembentuk_massa\" >1.4.2 Adsorben dan obat pembentuk massa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#KAOLIN_RINGAN\" >KAOLIN, RINGAN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#ATTAPULGIT\" >ATTAPULGIT<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#KARBO_ABSORBEN\" >KARBO ABSORBEN<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#143_Antimotilitas\" >1.4.3 Antimotilitas<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#CO-FENOTROP_CAMPURAN_DIDIFENOKSILAT_HIDROKLORIDA_DAN_ATROPIN_SULFAT_100_1\" >CO-FENOTROP (CAMPURAN DIDIFENOKSILAT HIDROKLORIDA DAN ATROPIN SULFAT 100:1)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#KODEIN_FOSFAT\" >KODEIN FOSFAT<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#LOPERAMID_HIDROKLORIDA\" >LOPERAMID HIDROKLORIDA<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#MORFIN\" >MORFIN<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#144_Lain-lain\" >1.4.4 Lain-lain<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-4-diare-akut\/#RASEKADOTRIL\" >RASEKADOTRIL<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"141_Larutan_rehidrasi_oral\"><\/span>1.4.1 Larutan rehidrasi oral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lini pertama pengobatan diare akut, seperti pada gastroenteritis, ialah mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan, terutama pada bayi dan lansia. Uraian lebih rinci tentang sediaan rehidrasi oral lihat bab 9.2.1. Dehidrasi adalah suatu keadaan di mana tubuh kekurangan cairan yang dapat berakibat kematian terutama pada anak\/bayi bila tidak segera diatasi. Penilaian derajat dehidrasi pasien diare dapat dilihat pada Tabel 1.4. Pasien dengan dehidrasi berat (terapi C) perlu segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penggantian cairan dan elektrolit. Larutan rehidrasi oral tidak menghentikan diare tetapi mengganti cairan tubuh yang hilang bersama feses. Dengan menggantikan cairan tubuh tersebut, dehidrasi dapat dihindarkan.<\/p>\n<p>Larutan rehidrasi oral tersedia dalam bentuk serbuk untuk dilarutkan dan dalam bentuk larutan yang diminum perlahan-lahan. Larutan rehidrasi oral menurut panduan WHO dan UNICEF yang dikeluarkan pada Desember 2006, mengandung kadar natrium dan glukosa yang lebih rendah daripada formula sebelumnya (osmolaritas rendah, 245 mOsm\/l dibanding dengan formula sebelumnya yang memiliki osmolaritas 311 mOsm\/l). Dengan kadar Na dan glukosa yang lebih rendah, larutan rehidrasi oral formula baru dapat mempercepat absorpsi cairan, mengurangi kebutuhan terapi cairan intravena, dan mempermudah perawatan kasus diare akut non-kolera pada anak karena tidak memerlukan perawatan rumah sakit.<\/p>\n<p>Menurut WHO dan UNICEF, pemberian larutan rehidrasi oral harus dikombinasi dengan pemberian nutrisi yang tepat. Pemberian suplemen seng (20 mg seng per hari selama 10-14 hari) dan tetap melanjutkan pemberian ASI selama episode akut diare akan melindungi anak terhadap dehidrasi dan mengurangi konsumsi kalori dan protein sehingga memberikan efek yang sangat besar dalam mengurangi diare dan malnutrisi pada anak.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_13_Formula_Larutan_rehidrasi_oral_menurut_panduan_WHO_dan_UNICEF_Desember_2006\"><\/span>Tabel 1.3 Formula Larutan rehidrasi oral menurut panduan WHO dan UNICEF, Desember 2006<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<table border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td colspan=\"2\" valign=\"top\"><strong>Komposisi dalam Gram\/liter<\/strong><strong><br \/>\n<\/strong><\/td>\n<td valign=\"top\">%<\/td>\n<td colspan=\"2\" valign=\"top\"><strong>Komposisi dalam mmol\/liter<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\">Natrium klorida<\/td>\n<td valign=\"top\">2,6<\/td>\n<td valign=\"top\">12,683<\/td>\n<td valign=\"top\">Natrium<\/td>\n<td valign=\"top\">75<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\">Glukosa, anhidrat<\/td>\n<td valign=\"top\">13,5<\/td>\n<td valign=\"top\">65,854<\/td>\n<td valign=\"top\">Klorida<\/td>\n<td valign=\"top\">65<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\">Kalium klorida<\/td>\n<td valign=\"top\">1,5<\/td>\n<td valign=\"top\">7,317<\/td>\n<td valign=\"top\">Glukosa, anhidrat<\/td>\n<td valign=\"top\">75<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\" valign=\"top\">Trisodium sitrat, anhidrat<\/td>\n<td rowspan=\"2\" valign=\"top\">2,9<\/td>\n<td rowspan=\"2\" valign=\"top\">14,146<\/td>\n<td valign=\"top\">Kalium<\/td>\n<td valign=\"top\">20<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\">Sitrat<\/td>\n<td valign=\"top\">10<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\">Total<\/td>\n<td valign=\"top\">20,5<\/td>\n<td valign=\"top\">100,00<\/td>\n<td valign=\"top\">Total osmolaritas<\/td>\n<td valign=\"top\">245<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_14_Penilaian_derajat_dehidrasi_penderita_diare\"><\/span><strong><br \/>\n<\/strong>Tabel 1.4 Penilaian derajat dehidrasi penderita diare<strong><br \/>\n<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<table border=\"1\" rules=\"rows\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Penilaian<\/td>\n<td>Tanpa dehidrasi<\/td>\n<td>Dehidrasi ringan\/sedang<\/td>\n<td>Dehidrasi berat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Keadaan umum<\/p>\n<p>Mata<\/p>\n<p>Air mata<\/p>\n<p>Mulut, lidah<\/p>\n<p>Rasa haus<\/p>\n<p>Kekenyalan kulit<\/p>\n<p>Terapi<\/td>\n<td>Baik<\/p>\n<p>Normal<\/p>\n<p>Ada<\/p>\n<p>Basah<\/p>\n<p>Minum biasa<\/p>\n<p>Normal<\/p>\n<p>Rencana A<\/td>\n<td>Gelisah, rewel<\/p>\n<p>Cekung<\/p>\n<p>Tidak ada<\/p>\n<p>Kering<\/p>\n<p>Sangat haus<\/p>\n<p>Kembali lambat<\/p>\n<p>Rencana B<\/td>\n<td>Lesu, tak sadar<\/p>\n<p>Sangat cekung<\/p>\n<p>Tidak ada<\/p>\n<p>Sangat kering<\/p>\n<p>Malas\/tidak bisa minum<\/p>\n<p>Kembali sangat lambat<\/p>\n<p>Rancana C<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_15_Takaran_pemakaian_larutan_rehidrasi_oral_pada_diare\"><\/span><strong><br \/>\n<\/strong>Tabel 1.5 Takaran pemakaian larutan rehidrasi oral pada diare<strong><br \/>\n<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<table border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Umur<\/td>\n<td>&lt; 1 tahun<\/td>\n<td>1-4 tahun<\/td>\n<td>5-12 tahun<\/td>\n<td>Dewasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Tidak ada dehidrasi<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"4\">Setiap kali BAB beri larutan rehidrasi oral<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\">Terapi A:<br \/>\nMencegah dehidrasi<\/td>\n<td>100 mL<\/td>\n<td>200 mL<\/td>\n<td>300 mL<\/td>\n<td>400mL<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>(0,5 gelas)<\/td>\n<td>(1 gelas)<\/td>\n<td>(1,5 gelas)<\/td>\n<td>(2 gelas)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dengan dehidrasi<\/strong><\/td>\n<td colspan=\"4\">\u00a03 jam pertama beri larutan rehidrasi oral<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"3\">Terapi B:<br \/>\nMengatasi dehidrasi<\/td>\n<td>300 mL<\/td>\n<td>600 mL<\/td>\n<td>1,2 Liter<\/td>\n<td>2,4 Liter<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>(1,5 gelas)<\/td>\n<td>(3 gelas)<\/td>\n<td>(6 gelas)<\/td>\n<td>(12 gelas)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td colspan=\"4\">Selanjutnya setiap BAB beri larutan dehidrasi oral<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td rowspan=\"2\">Mengatasi dehidrasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td>100 mL<\/td>\n<td>200 mL<\/td>\n<td>300 mL<\/td>\n<td>400 mL<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>(0,5 gelas)<\/td>\n<td>(1 gelas)<\/td>\n<td>(1,5 gelas)<\/td>\n<td>(2 gelas)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>BAB = Buang air besar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"142_Adsorben_dan_obat_pembentuk_massa\"><\/span>1.4.2 Adsorben dan obat pembentuk massa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Adsorben seperti kaolin tidak dianjurkan untuk diare akut. Obat-obat pembentuk massa tinja seperti ispaghula, metilselulosa, dan sterkulia (lihat bab 1.6.1) bermanfaat dalam mengendalikan konsistensi tinja pada ileostomi dan kolostomi, dan dalam mengendalikan diare akibat penyakit divertikular.<\/p>\n<p><strong>Monografi<\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"KAOLIN_RINGAN\"><\/span>KAOLIN, RINGAN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>List Nama Dagang:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Dianos<br \/>\nNeo Diaform<br \/>\nDianos<br \/>\nNovadiar<br \/>\nGuanistrep<br \/>\nOmegdiar<br \/>\nKanina<br \/>\nOpidiar<br \/>\nKaometa<br \/>\nSelevioform<br \/>\nKaopectate<br \/>\nSelevioform<br \/>\nKoltin<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ATTAPULGIT\"><\/span>ATTAPULGIT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>List Nama Dagang:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Akita<br \/>\nNeo Entrostop<br \/>\nArcapec<br \/>\nNeo Envios<br \/>\nArcapec<br \/>\nNeo Koniform<br \/>\nBiodiar<br \/>\nNew Diatab<br \/>\nCoro-sorb<br \/>\nPularex<br \/>\nIndo Obat Diare<br \/>\nSalfaplas<br \/>\nLicopec<br \/>\nSelediar<br \/>\nMolagit<br \/>\nStodiar<br \/>\nNeo Diarex<br \/>\nTagyt<br \/>\nNeo Enterodiastop<br \/>\nTeradi<br \/>\nNeo Enterodine<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"KARBO_ABSORBEN\"><\/span>KARBO ABSORBEN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">KARBO ABSORBEN<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"143_Antimotilitas\"><\/span>1.4.3 Antimotilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Obat-obat antimotilitas memiliki peranan dalam penanganan diare akut tanpa komplikasi pada pasien dewasa tapi tidak pada anak-anak di bawah 12 tahun, lihat juga bagian 1.4.1. Pada kasus yang berat, penggantian cairan dan elektrolit mutlak diperlukan. Keterangan mengenai peranan antimotilitas pada diare kronis, lihat bagian 1.5.<\/p>\n<p><strong>Monografi<\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"CO-FENOTROP_CAMPURAN_DIDIFENOKSILAT_HIDROKLORIDA_DAN_ATROPIN_SULFAT_100_1\"><\/span>CO-FENOTROP (CAMPURAN DIDIFENOKSILAT HIDROKLORIDA DAN ATROPIN SULFAT 100:1)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Indikasi:<br \/>\nsebagai tambahan terhadap terapi rehidrasi pada diare akut (lihat keterangan di atas)<\/p>\n<p>Peringatan:<br \/>\nlihat keterangan Kodein fosfat. Anak-anak khususnya rentan terhadap overdosis dan gejala-gejala yang terjadi mungkin tertunda. Oleh sebab itu diperlukan pengamatan paling tidak selama 48 jam setelah penggunaan. Dosis subklinis atropin dapat menimbulkan efek samping atropin pada individu yang rentan atau pada overdosis.<\/p>\n<p>Interaksi:<br \/>\nlihat Lampiran 1 (Analgesik opioid)<\/p>\n<p>Kontraindikasi:<br \/>\nlihat kodein fosfat; jaundice.<\/p>\n<p>Efek Samping:<br \/>\nlihat kodein fosfat.<\/p>\n<p>Dosis:<br \/>\ndiawali dengan 4 tablet, dilanjutkan dengan 2 tablet setiap 6 jam hingga diare terkendali. Anak di bawah 4 tahun tidak dianjurkan; 4-8 tahun 1 tablet 3 kali sehari; 9-12 tahun 1 tablet 4 kali sehari; 13-16 tahun 2 tablet 3 kali sehari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"KODEIN_FOSFAT\"><\/span>KODEIN FOSFAT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Indikasi:<br \/>\nlihat keterangan di atas; penekan batuk (3.9); nyeri (4.7.2)<\/p>\n<p>Peringatan:<br \/>\nlihat 4.7.2. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun; toleransi dan ketergantungan dapat terjadi pada penggunaan jangka panjang;<\/p>\n<p>Interaksi:<br \/>\nlihat Lampiran 1 (analgesik opioid)<\/p>\n<p>Kontraindikasi:<br \/>\nlihat 4.7.2; juga pada kondisi di mana hambatan peristaltik harus dihindari, pada saat kejang perut, atau kondisi diare akut seperti kolitis ulseratif akut atau kolitis akibat antibiotik.<\/p>\n<p>Efek Samping:<br \/>\nlihat 4.7.2.<\/p>\n<p>Dosis:<br \/>\nDiare akut, 30 mg, 3-4 kali sehari (antara 15-60 mg). Anak. 12-18 tahun: 30 mg (antara 15-60 mg) 3-4 kali sehari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"LOPERAMID_HIDROKLORIDA\"><\/span>LOPERAMID HIDROKLORIDA<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Indikasi:<br \/>\npengobatan simptomatik diare akut sebagai tambahan terapi rehidrasi pada dewasa dengan diare akut dan anak-anak lebih 4 tahun (lihat keterangan di atas); diare kronik hanya pada dewasa<\/p>\n<p>Peringatan:<br \/>\nlihat keterangan di atas; penyakit hati; kehamilan (Lampiran 4)<\/p>\n<p>Interaksi:<br \/>\nLampiran 1 (loperamid)<\/p>\n<p>Kontraindikasi:<br \/>\nkondisi di mana penghambatan peristaltik harus dihindari, terjadi kejang perut, atau pada kondisi seperti kolitis ulseratif akut atau kolitis karena antibiotik.<\/p>\n<p>Efek Samping:<br \/>\nkram abdomen, pusing, mengantuk dan reaksi kulit termasuk urtikaria; ileus paralitik dan perut kembung<\/p>\n<p>Dosis:<br \/>\ndiare akut, dosis awal 4 mg diikuti dengan 2 mg setiap setelah buang air besar hingg maksimal 5 hari; dosis lazim 6-8 mg sehari; Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari. ANAK di bawah 4 tahun, tidak dianjurkan, 4-8 tahun 1 mg 3-4 kali sehari hingga maksimal 3 hari, 9-12 tahun 2 mg 4 kali sehari hingga maksimal 5 hari. Diare kronik pada dewasa, dosis awal 4-8 mg, diikuti 2 mg setiap buang air besar. Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari. Pemberian harus dihentikan bila tidak ada perbaikan selama 48 jam.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"MORFIN\"><\/span>MORFIN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Indikasi:<br \/>\nuntuk meredakan dan menghilangkan nyeri hebat yang tidak dapat diobati dengan analgetik non narkotik yaitu nyeri akibat trombosis koroner, neoplasma, kolik renal atau kolik empedu, oklusi akut pembuluh darah perifer, pulmoner atau koroner, perikarditis akut, pleuritis dan pneumotoraks spontan, trauma misal luka bakar, fraktur dan nyeri pasca bedah.<\/p>\n<p>Peringatan:<br \/>\nlihat keterangan di atas dan lihat Kodein fosfat.<\/p>\n<p>Kontraindikasi:<br \/>\nlihat keterangan di atas dan lihat Kodein fosfat<\/p>\n<p>Efek Samping:<br \/>\nlihat keterangan di atas dan lihat kodein fosfat; sedasi dan risiko ketergantungan lebih besar.<\/p>\n<p>Dosis:<br \/>\ndewasa: 60 mg setiap 8 jam atau 5-30 mg setiap 4 jam, sesuai kebutuhan. Hendaknya digunakan dosis individual tergantung tingkat keparahan nyeri sesuai petunjuk dokter.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"144_Lain-lain\"><\/span>1.4.4 Lain-lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Monografi<\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"RASEKADOTRIL\"><\/span>RASEKADOTRIL<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Indikasi:<br \/>\npengobatan tambahan untuk diare pada pasien dewasa apabila terapi rehidrasi oral tidak cukup<\/p>\n<p>Peringatan:<br \/>\nlihat pada dosis<\/p>\n<p>Kontraindikasi:<br \/>\nhipersensitif terhadap rasekadotril, anak-anak<\/p>\n<p>Efek Samping:<br \/>\nmengantuk, mual, muntah, konstipasi, pusing, sakit kepala dan kemerahan pada kulit<\/p>\n<p>Dosis:<br \/>\nRasekadotril diberikan sebagai tambahan pada terapi rehidrasi oral atau parenteral pada pasien yang telah mengalami dehidrasi atau diduga dehidrasi.<\/p>\n<p>Untuk usia 15 tahun dan lebih, secara oral, pengobatan diawali dengan dosis tunggal 100 mg tanpa memperhatikan waktu pemberian, selanjutnya diberikan kira-kira setiap 8 jam sampai diare berhenti. Dosis harian tidak boleh melebihi 400 mg. Apabila gejala tetap ada lebih dari 7 hari maka pasien harus berkonsultasi dengan dokter.<\/p>\n<p>Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis.<\/p>\n<p>Tidak direkomendasikan untuk anak usia di bawah 15 tahun. Bila diare berlanjut lebih dari 3 hari dan dalam kasus diare berat, adanya darah pada feses, demam atau muntah, diperlukan observasi dan evaluasi lebih lanjut.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/anti-tukak\/\">&lt;&lt; Anti Tukak<\/a><\/strong><br \/>\n<strong><a href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/1-5-gangguan-usus-kronis\/\">Gangguan Usus Kronis &gt;&gt;<\/a><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":1666,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[267],"tags":[46,268],"class_list":["post-1030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ioni","tag-diare","tag-ioni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/Cara-Ampuh-Mencegah-Penyakit-Diare.png?fit=647%2C321&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}