{"id":1736,"date":"2016-03-02T18:51:27","date_gmt":"2016-03-02T10:51:27","guid":{"rendered":"http:\/\/www.farmasi.asia\/?p=1736"},"modified":"2016-03-02T18:51:27","modified_gmt":"2016-03-02T10:51:27","slug":"penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/","title":{"rendered":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &#038; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apoteker.Net<\/strong> &#8211; Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi:<\/p>\n<blockquote>\n<ol>\n<li>Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut adalah Johnson\u2019s Baby Powder Cornstarch with Aloe &amp; Vitamin E dan Johnson\u2019s Baby Powder Calming Lavender &amp; Chamomile.<\/li>\n<li>Berdasarkan penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat 9 produk baby powder PT. Johnson &amp; Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi, namun produk baby powder Johnson &amp; Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut di atas tidak terdapat dalam database notifikasi kosmetika.<\/li>\n<li>Bahwa komposisi produk baby powder Johnson &amp; Johnson yang ternotifikasi di Badan POM umumnya mengandung talc dengan kadar 98% &#8211; 99.83%<\/li>\n<li>Bahwa sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Lampiran I Daftar Bahan yang diperbolehkan digunakan dalam Kosmetika dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan, talk boleh digunakan pada kosmetika jenis sediaan serbuk untuk anak-anak dan sediaan lainnya, tidak ada pembatasan kadar maksimum penggunaan maupun persyaratan lainnya, dan pada sediaan serbuk untuk anak-anak harus mencantumkan peringatan &#8220;jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak&#8221;.<\/li>\n<li>Bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena produk baby powder Johnson &amp; Johnson yang ternotifikasi di Badan POM tidak mengandung bahan dilarang yang dapat memicu kanker.<\/li>\n<li>Sebagai perlindungan kepada masyarakat, Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.<\/li>\n<li>Badan POM akan tetap memantau dan mengawasi pemberitaan ini, jika memerlukan informasi lebih l lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar\/Balai POM di seluruh Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<\/blockquote>\n<p>Siaran pers ini disampaikan oleh Biro Hukum dan Humas Badan POM RI. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi telepon 021-4240231 atau Fax: 021-4209221 serta Email: humasbpom@gmail.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":12,"featured_media":1594,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[226],"tags":[251,275],"class_list":["post-1736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-bpom","tag-siaran-pers"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.10 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"editor\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.10\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Apoteker.Net - Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &amp; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"400\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"107\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-03-02T10:51:27+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-03-02T10:51:27+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/jimmy.ahyari\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/www.apoteker.net\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &amp; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@apotekernet\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#blogposting\",\"name\":\"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net\",\"headline\":\"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &#038; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/author\\\/editor\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/08\\\/badan-pom-ri.png?fit=400%2C107&ssl=1\",\"width\":400,\"height\":107,\"caption\":\"Badan POM RI\"},\"datePublished\":\"2016-03-02T18:51:27+08:00\",\"dateModified\":\"2016-03-02T18:51:27+08:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"News, BPOM, Siaran Pers\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Apoteker.Net\",\"item\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/category\\\/news\\\/#listItem\",\"name\":\"News\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/category\\\/news\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"News\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog#listItem\",\"name\":\"Apoteker.Net\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Apoteker.Net\",\"description\":\"Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker\",\"url\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/LogoApotekerBlog250.png?fit=250%2C83&ssl=1\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#organizationLogo\",\"width\":250,\"height\":83,\"caption\":\"Blog Apoteker.Net Logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/jimmy.ahyari\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/author\\\/editor\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/author\\\/editor\\\/\",\"name\":\"editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/07aa93ef08d8b7a658de58356a198ecbe731cc0218481ba565e3e1cd75db62bb?s=96&d=wavatar&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"editor\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/www.apoteker.net\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/apotekernet\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/apotekernet\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/apoteker\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/\",\"name\":\"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net\",\"description\":\"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson & Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/author\\\/editor\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/author\\\/editor\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/08\\\/badan-pom-ri.png?fit=400%2C107&ssl=1\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#mainImage\",\"width\":400,\"height\":107,\"caption\":\"Badan POM RI\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2016-03-02T18:51:27+08:00\",\"dateModified\":\"2016-03-02T18:51:27+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Apoteker Network Blog\",\"alternateName\":\"Apoteker.Net Blog\",\"description\":\"Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/apoteker.net\\\/blog\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net","description":"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson & Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut","canonical_url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#blogposting","name":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net","headline":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &#038; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker","author":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/author\/editor\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png?fit=400%2C107&ssl=1","width":400,"height":107,"caption":"Badan POM RI"},"datePublished":"2016-03-02T18:51:27+08:00","dateModified":"2016-03-02T18:51:27+08:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#webpage"},"articleSection":"News, BPOM, Siaran Pers"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog#listItem","position":1,"name":"Apoteker.Net","item":"https:\/\/apoteker.net\/blog","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/category\/news\/#listItem","name":"News"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/category\/news\/#listItem","position":2,"name":"News","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog#listItem","name":"Apoteker.Net"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/#organization","name":"Apoteker.Net","description":"Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker","url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/LogoApotekerBlog250.png?fit=250%2C83&ssl=1","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#organizationLogo","width":250,"height":83,"caption":"Blog Apoteker.Net Logo"},"image":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/jimmy.ahyari\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/author\/editor\/#author","url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/author\/editor\/","name":"editor","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07aa93ef08d8b7a658de58356a198ecbe731cc0218481ba565e3e1cd75db62bb?s=96&d=wavatar&r=g","width":96,"height":96,"caption":"editor"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/www.apoteker.net","https:\/\/twitter.com\/apotekernet","https:\/\/www.instagram.com\/apotekernet\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/apoteker"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#webpage","url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/","name":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net","description":"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson & Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/author\/editor\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/author\/editor\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png?fit=400%2C107&ssl=1","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#mainImage","width":400,"height":107,"caption":"Badan POM RI"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/#mainImage"},"datePublished":"2016-03-02T18:51:27+08:00","dateModified":"2016-03-02T18:51:27+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/#website","url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/","name":"Apoteker Network Blog","alternateName":"Apoteker.Net Blog","description":"Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Blog Apoteker.Net - Berita, Opini dan Informasi tentang Farmasi dan Apoteker","og:type":"article","og:title":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &amp; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net","og:description":"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut","og:url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/penjelasan-badan-pom-mengenai-produk-bedak-bayi-johnson-johnson-yang-diduga-menyebabkan-kanker\/","og:image":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png","og:image:secure_url":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png","og:image:width":400,"og:image:height":107,"article:published_time":"2016-03-02T10:51:27+00:00","article:modified_time":"2016-03-02T10:51:27+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/jimmy.ahyari\/","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/www.apoteker.net","twitter:card":"summary","twitter:title":"Penjelasan Badan POM Mengenai Produk Bedak Bayi Johnson &amp; Johnson yang Diduga Menyebabkan Kanker - Blog Apoteker.Net","twitter:description":"Apoteker.Net - Jakarta, 28 Februari 2015 kemarin, Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) menyiarkan penjelasan melalui website resmi mereka terkait maraknya pemberitaan di sosial media terhadap produk Johnson &amp; Johnson (bedak bayi) yang ditemukan beredar di Amerika serta diduga menjadi pemicu kanker. Siaran pers BPOM tersebut berisi: Bahwa nama produk yang tercantum dalam pemberitaan tersebut","twitter:creator":"@apotekernet","twitter:image":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"1736","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2022-05-12 17:39:19","updated":"2022-10-24 05:27:14","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\" title=\"Apoteker.Net\">Apoteker.Net<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&rsaquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/category\/news\/\" title=\"News\">News<\/a>\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Apoteker.Net","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog"},{"label":"News","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/category\/news\/"}],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/badan-pom-ri.png?fit=400%2C107&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}