{"id":1799,"date":"2016-06-23T23:12:35","date_gmt":"2016-06-23T15:12:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.farmasi.asia\/?p=1799"},"modified":"2016-06-23T23:12:35","modified_gmt":"2016-06-23T15:12:35","slug":"berbagai-macam-contoh-dan-jenis-bakteri-penyebab-penyakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/berbagai-macam-contoh-dan-jenis-bakteri-penyebab-penyakit\/","title":{"rendered":"Berbagai Macam Contoh dan Jenis Bakteri Penyebab Penyakit"},"content":{"rendered":"<p>Tanpa disadari, kita hidup tidak terlepas dari yang namanya bersinggungan dengan mahluk mikro organisme bernama bakteri. Karena sifatnya yang tidak bisa dilihat oleh mata kita langsung, sehingga kita tidak bisa menghindar dari bakteri-bakteri ini. Mikro organisme ada di mana sana, bahkan di dalam mulut kita sendiri. Beberapa, pada kadar tertentu tidaklah berbahaya. Akan tetapi, jenis lain bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa kita. Berikut ini berbagai macam contoh dan jenis <strong><a href=\"https:\/\/www.lifebuoy.co.id\/article\/detail\/1174675\/waspada-inilah-bakteri-bakteri-penyebab-diare\" target=\"_blank\">bakteri penyebab penyakit<\/a><\/strong>, yakni:<\/p>\n<ol>\n<li>Pseudomonas pyocyaneus (Pseudomonas aeruginosa)<br \/>\nBakteri ini yang bertanggung jawab atas penyakit seperti infeksi jaringan paru, traktus urinarius, dan infeksi kornea. Umumnya,\u00a0infeksi ini menyerang para\u00a0penderita penyakit diabetes melitus (DM) atau para pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang. Penularan pada pasien rawat inap di rumah sakit bisa dicegah dengan bekerja bersih serta steril. Daya tahan tubuh juga turut memiliki peranan penting.<\/li>\n<li>Vibrio cholerae dan\u00a0Vibrio El Tor<br \/>\n<span style=\"line-height: 1.5;\">Penyakit dengan nama cholera asiatica adalah perbuatan dari bakteri Vibrio cholerae ini. Gejala yang ditimbulkan mulai dari pusing, muntah-muntah, kejang perut hingga diare. Parahnya, jika tidak sigap, bisa menyebabkan kematian. Bakteri ini bisa berpindah\/menular\u00a0melalui minuman atau makanan yang tercemar bakteri Vibrio cholerae. Langkah pertama penanganan atas penyakit ini adalah dengan menganti elektrolit serta cairan tubuh yang berkurang drastis. Bakteri ini dapat dicegah dengan selalu memperhatikan kebersihan saat pengolahan makanan dan\/atau minuman. Juga perlu diperhatikan kebersihan tempat pengolahan makan-minumnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"line-height: 1.5;\">Treponema sodoku (Spirillium minus)<br \/>\n<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">Pernah mendengar penyakit demam akibat\u00a0gigitan tikus? Yup, <em>rat-bite-fever<\/em> ini disebabkan oleh bakteri jenis ini. Tubuh tiba-tiba menjadi\u00a0demam, otot-otot akan terasa nyeri dan sakit, kulit akan mulai memerah akibat ruam, dan\u00a0pusing. Cegah dengan selalu memperhatikan kebersihan di rumah agar tidak ada tikus yang bersarang.<\/span><\/li>\n<li>E coli (Escherichia coli)<br \/>\n<span style=\"line-height: 1.5;\">Bakteri jenis ini yang paling banyak mendominasi penyebab penyakit. Mulai dari tipus, kolera,diare, hingga disentri. Bibit dari penyakit bersumber\u00a0dari feses penderita penyakit itu. Indikator paling sederhana yang bisa dilihat jika air di rumah kita tidak sehat adalah dengan adanya kandungan bakteri E coli di sana.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain contoh di atas, berikut beberapa contoh lain yang tersaji dalam gambar tabel berikut:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1800\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/Penyakit-yang-Disebabkan-oleh-Bakteri.jpeg?resize=450%2C350&#038;ssl=1\" alt=\"Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri\" width=\"450\" height=\"350\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p>Selalu menjaga kebersihan, membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan dan\u00a0menjaga\u00a0kekebalan tubuh serta menerapkan pola hidup sehat merupakan\u00a0salah satu cara meminimalisir tubuh kita terserang penyakit akibat bakteri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":12,"featured_media":1800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-obat-dan-penyakit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/Penyakit-yang-Disebabkan-oleh-Bakteri.jpeg?fit=450%2C350&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}