{"id":206,"date":"2010-01-20T09:26:46","date_gmt":"2010-01-20T01:26:46","guid":{"rendered":"http:\/\/farmasi.dikti.net\/?p=206"},"modified":"2010-01-20T09:26:46","modified_gmt":"2010-01-20T01:26:46","slug":"waspada-4-penyakit-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/waspada-4-penyakit-perempuan\/","title":{"rendered":"Waspada! 4 Penyakit Perempuan"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Beberapa penyakit lebih rentan \u201cmendekat\u201d pada perempuan dibandingkan dengan lelaki. Eitts,, jangan protes dulu, ini terjadi karena perempuan lebih banyak mengalami perubahan drastis terutama masalah hormonal, dari kecil,remaja, dewasa hingga lansia perubahan tersebut terus menerus terjadi.<span> Nah, oloeh karena itu ada beberapa penyakit yang lebih rentah menyerang wanita daripada menyerang laki-laki, meskipun tidak menutup kemungkinan laki-laki juga bisa terserang penyakit tersebut. <\/span>Berikut ini<span> <\/span>4 penyakit yang harus diwaspadai oleh kaum perempuan:<!--more--><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style=\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><!--[if !supportLists]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"><span>1.<span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;\"> <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Kanker Payudara<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Meskipun kanker ini juga bisa menyerang kaum pria tetapi kanker payudara lebih sering menyerang kaum wanita. Untuk mencegahnya bisa dengan cara melakukan olah raga secara teratur *menurunkan kadar esterogen*, mengurangi makanan berlemak *lemak jenuh dari daging, mentega, margarin dll tetapi untuk yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dianjurkan untuk dikonsumsi serta ikan salmon dan tuna, tidak mengkonsumsi daging yang gosong *ya iyaala ga enak kan,,-&gt; ada senyawa karsinogenik yang dihasilkan*,<span> <\/span>banyak mengkonsumsi sayur<span> <\/span>dan buah serta makanan yang berserat, mengkonsumsi kacang kedelai, kacang-kacangan, serta suplemen antioksidan, hindari alkohol dan pastikan berat badan anda ideal, hindari esterogen dari luar tubuh, berjemur dibawah sinar matahari pagi *sekitar 20 menit* untuk meningkatkan penyerapan kalsium, tidak merokok dan bukan perokok pasif, memberikan ASI *pastikan bayi anda mendapatkan ASI Ekskludif hingga umur 6 bulan*, hidup bahagia karena stress meningkatkan resiko kanker payudara *jika anda sayang perempuan buatlah mereka hidup bahagia*<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><!--[if !supportLists]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"><span>2.<span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;\"> <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Depresi<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Lelaki cenderung lebih tahan depresi daripada perempuan. Terkadang depresi sering terjadi pada postnatal (setelah melahirkan) dan monopouse, karena kedua kejadian ini dapat meningkatkan resiko depresi. Depresi bisa terjadi karena turunnya kadar dopamine, <\/span><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">norepinephrine, dan serotonin yang dapat menahan stress. <\/span><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Gangguan keseimbangan hormonal ini menimbulkan depresi, dengan gejala-gejala: sedih, malu, merasa berdosa, dan tidak berdaya, sering menangis, gelisah, sukar tidur, tidak bergairah, menyendiri, sukar berkonsentrasi, serta sakit kepala dan otot-otot. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Tugas anda semua *yang membaca artikel ini, maupun penulis* memastikan bahwa orang-orang yang ada di sekitar anda merasa bahagia. Pastikan setelah melahirkan para ibu\/ para istri memiliki tempat mencurahkan isi hatinya agar \u201cbeban\u201d itu menjadi lebih ringan. Jika program konseling *bisa menggunakan jasa psikiater atau orang-orang terdekat* tidak berhasil maka bisa digunakan obat-obat antidepresi dan pengobatan hormonal.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Pencegahan hidup sehat, makan makanan bergizi, hiduplah bersosialisasi, jangan membatasi diri, menjadi orang yang terbuka, jangan memendam masalah sendiri, jangan mudah menyerah, banyak berolahraga, istirahat yang cukup, jangan menyalahkan diri anda. HIDUP BAHAGIA<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><!--[if !supportLists]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"><span>3.<span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;\"> <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Osteoporosis<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\">Osteoporosis merupakan penyakit penurunan kekuatan tulang karena tulang mengalami pengeroposan. Perempuan Asia dan Kaukasian (bule) beresiko lebih tinggi terserang osteoporosis daripada perempuan kulit hitam.<\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\">Pastikan nutrisi anda cukup<strong><span style=\"font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">. <\/span><\/strong>Konsumsi kalsium yang dianjurkan sekitar 1000-1500 mg\/hari dan 400-800IU\/hari untuk vitamin D. Suber makanan yang mengadung kalsium dan vitamin D adalah susu, sinar matahari, kedelai, ikan laut, kalsium yang berasal dari jus jeruk, kuning telur, yogurt, brokoli dan sayuran behijau daun. Lakukan gaya gidup sehat, hindari alkohol dan minuman berkafein, sering-sering berolahraga. Perhatikan asupan vitamin K.<\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\">Mulai sejak muda!!<\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"><!--[if !supportLists]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"><span>4.<span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;\"> <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Penyakit autoimun<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">Autoimun merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekebalan tubuh yang salah sasaran mengenai musuh. Penyakit-penyakit autoimun lebih sering menyerang para wanita daripada para laki-laki oleh karena adanya esterogen sebagai faktor pencetusnya. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\"> <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpLast\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;\">So, lebih hati-hati,yaa.. HIDUP SEHAT dan HIDUP BAHAGIA<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[27,44,85,128,138],"class_list":["post-206","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-obat-dan-penyakit","tag-autoimun","tag-depresi","tag-kanker","tag-osteoporosis","tag-penyakit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}