{"id":330,"date":"2010-04-07T19:17:49","date_gmt":"2010-04-07T11:17:49","guid":{"rendered":"http:\/\/farmasi.dikti.net\/?p=330"},"modified":"2013-01-20T21:48:08","modified_gmt":"2013-01-20T13:48:08","slug":"shisha-berbahaya-dari-rokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/shisha-berbahaya-dari-rokok\/","title":{"rendered":"Shisha LEBIH Berbahaya dari Rokok?"},"content":{"rendered":"<p>Shisha LEBIH Berbahaya dari Rokok? Mungkin tulisan ini akan &#8220;sedikit&#8221; membuka pikiran Anda tentang <strong>shisha<\/strong>. Mengapa membahas hal ini? Karena, beredar &#8220;isu&#8221; bahwa <strong>shisha<\/strong> lebih &#8220;sehat&#8221; ketimbang rokok. Namun, sebelum membahas lebih jauh, apa sih <strong>shisha<\/strong>? Mengapa <strong>shisha<\/strong>? Bagaimana <strong>Shisha<\/strong>?<!--more--><\/p>\n<p>Begini, shisha merupakan sebuah &#8220;gaya&#8221; merokok dari Timur Tengah. Memiliki nama lain seperti <strong>Nargilla<\/strong>, <strong>Hubby-Bubly<\/strong> (<span style=\"text-decoration: line-through;\">imut ya?<\/span> \ud83d\ude00 ), atau <strong>Hooka<\/strong>. Perbedaan mencolok antara shisha dengan rokok terletak pada &#8220;cara penyajian&#8221; tembakau-nya. Jika rokok di<em>linting<\/em>, sedang sisha menggunakan tembakau basah yang dimasukkan ke dalam tabung khusus yang memiliki selang lentur.<\/p>\n<p>Yang unik, shisha ini memiliki beraneka rasa, seperti strawberry, apel, cherry dll. Nah, jika belum dicampur dengan rasa apapun disebut <strong>Jahloul<\/strong> (warnanya kehitam-hitaman). Katanya sih, sama halnya dengan rokok, bagi yang belum terbiasa, menghisap shisha dapat mengakibatkan pusing <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan kantong kering<\/span>. Asap yang dihasilkan shisha juga lebih tebal dan kental dibanding asap rokok.<\/p>\n<p>Dibeberapa media <em>blogosphere<\/em> (blog-blog), ada yang mengatakan:<\/p>\n<blockquote><p>Dari segi medis, shisha lebih alami dibanding rokok biasa; tidak ada campuran bahan kimiawi, kandungan nikotinnya 0.05 mg dan tidak mengandung tar.<\/p><\/blockquote>\n<p><em>Katanya sih<\/em> dari dokter ahli. Namun setelah ditelusuri, tidak ditemukan siapa nama dokter ahli tersebut. Dengan kata lain, <span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>keterangan di atas tidak bisa dinyatakan valid<\/strong><\/span><strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Oke, sekarang pandangan versi yang agak berbeda <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan menakutkan<\/span> terhadap shisha. Hasil penelitian laboratorium nasional Prancis, <strong>Laboratoire National d&#8217;Essais (LNE)<\/strong>, yang disampaikan oleh <strong>Agen Antitembakau Prancis (OFT)<\/strong> bahwa:<\/p>\n<blockquote><p>Kandungan <strong>karbon monoksida<\/strong> saat menghisap <strong>1 shisha<\/strong> setara dengan <strong>15 hingga 52 batang rokok<\/strong> (<em>kalau pemikiran logis, masa iya asap shisha yang lebih tebal dan pekat dikatakan lebih aman dari rokok<\/em>?). Kandungan tar <strong>1 shisha<\/strong> setara dengan <strong>27 hingga 102 batang rokok<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Laporan tersebut juga menyatakan bahwa shisha merupakan <strong>sumber utama polusi udara<\/strong> di <strong>area tertutup<\/strong> dan sekitarnya.<\/p>\n<blockquote><p>\n<strong>1 hisapan shisha<\/strong> setara dengan sekitar <strong>70 hisapan rokok<\/strong> (Presiden OFT Bertrand Dautzenberg, 2007)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Nah, yang mana yang benar? Memang, shisha memiliki 3 tipe. Tipe <strong>pertama<\/strong> memiliki karbon ringan berjumlah sedikit. Tipe <strong>kedua<\/strong> memiliki karbon ringan berjumlah banyak dan tipe <strong>ketiga<\/strong>, shisha dengan karbon alami bervolume sedikit. Penelitian tersebut menggunakan <strong>3 parameter<\/strong> sebagai ukuran perbandingan dengan rokok, seperti jumlah tar, karbon monoksida, dan nikotin.<\/p>\n<p><em>Katanya<\/em> <span style=\"text-decoration: underline;\">detik.com<\/span>, untuk 70 Liter asap yang yang diproduksi shisha, tar yang terkandung pada tipe 1 adalah 319 miligram, atau 32 kali melewati batas yang ditetapkan Eropa untuk sebatang rokok. Sementara shisha 2 mengandung tar 266 miligram, atau 27 kali melebihi batas rokok. Sedangkan shisha tipe 3 mengandung tar 1.023 miligram, atau 102 kali melebihi batas rokok. Karbon monoksida yang terkandung pada shisha tipe 1 yakni 17 kali melebihi batas rokok, tipe 2 sebanyak 15 kali, dan tipe 3 sebanyak 52 kali. Kadar nikotin yang terkandung pada shisha tipe 1 dan 2 setara dengan sebatang rokok, sedangkan tipe 3 setara dengan 6 batang rokok.<\/p>\n<p>Nah, meskipun shisha memang dinikmati secara &#8220;beramai-ramai&#8221;, sepertinya harus pikir-pikir lagi untuk menghisap shisha. Ada yang mengetahui informasi lain? Penulis juga tidak pernah menghisap shisha. Kalau rokok sih pernah <span style=\"text-decoration: line-through;\">sering<\/span> \ud83d\ude00<\/p>\n<p><small>Bukan bermaksud menceramahi ya.. Hanya ingin berbagi informasi \ud83d\ude09 Salah Khilaf Mohon Maaf. Kritik yang membangun tentunya sangat diharapkan untuk tulisan yang lebih baik \ud83d\ude42<\/small><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shisha LEBIH Berbahaya dari Rokok? Mungkin tulisan ini akan &#8220;sedikit&#8221; membuka pikiran Anda tentang shisha. Mengapa membahas hal ini? Karena, beredar &#8220;isu&#8221; bahwa shisha lebih &#8220;sehat&#8221; ketimbang rokok. Namun, sebelum membahas lebih jauh, apa sih shisha? Mengapa shisha? Bagaimana Shisha?<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[87,114,157,166,180,183],"class_list":["post-330","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kabar-farmasi","tag-karbon-monoksida","tag-nikotin","tag-rokok","tag-shisha","tag-tar","tag-tembakau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=330"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/330\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}