{"id":3739,"date":"2022-12-29T13:01:36","date_gmt":"2022-12-29T05:01:36","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/artikelpintar\/?p=1048"},"modified":"2023-03-07T21:28:44","modified_gmt":"2023-03-07T13:28:44","slug":"2-12-gangguan-sirkulasi-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/","title":{"rendered":"Gangguan Sirkulasi Darah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_80 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#2121_Vasodilator_perifer\" >2.12.1. Vasodilator perifer<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#NAFTIDROFURIL_OKSALAT\" >NAFTIDROFURIL OKSALAT<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#PENTOKSIFILIN\" >PENTOKSIFILIN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#SINARIZIN\" >SINARIZIN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#TURUNAN_ASAM_NIKOTINAT\" >TURUNAN ASAM NIKOTINAT<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#2122_Vasodilator_serebral\" >2.12.2. Vasodilator serebral<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#CO-DERGOKRIN_MESILAT\" >CO-DERGOKRIN MESILAT<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/2-12-gangguan-sirkulasi-darah\/#2123_Gangguan_aliran_darah_vena\" >2.12.3. Gangguan aliran darah vena<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2121_Vasodilator_perifer\"><\/span>2.12.1. Vasodilator perifer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>Apoteker.Net<\/strong> &#8211; Sebagian besar penyakit vaskuler perifer yang parah, seperti klaudikasio intermiten, disebabkan oleh oklusi pembuluh darah, baik spasme maupun plak sklerotik. Perubahan gaya hidup meliputi berhenti merokok dan latihan fisik merupakan langkah yang paling penting dalam tatalaksana penyakit ini. Dosis rendah asetosal (75 mg per hari) sebaiknya diberikan sebagai profilaksis jangka panjang untuk mengatasi serangan kardiovaskuler dan statin (bagian 2.10.4) dapat diberikan apabila kolesterol serum total meningkat.<\/p>\n<p>Naftidrofuril 200 mg tigakali sehari kemungkinan dapat meringankan gejala dan memperbaiki pain-free walking distance pada penyakit yang sedang, namun tidak diketahui apakah obat ini bermanfaat pada kesembuhan penyakit tersebut. Pasien yang mendapatkan pengobatan naftidrofuril harus dievaluasi perbaikannya setelah 3-6 bulan. Silostazol disarankan digunakan untuk klaudikasio intermiten, untuk memperbaiki jarak berjalan pada pasien tanpa nekrosis jaringan perifer dan pada pasien yang tidak menderita nyeri pada saat istirahat. Inositol nikotinat, pentoksifilin dan sinarisin belum diketahui efektivitasnya.<\/p>\n<p>Kurangnya pasokan darah arteri di perifer dapat disebabkan oleh angioneuropati (kegagalan pengaturan sirkulasi akibat tidak sempurnanya pembuluh kecil bereaksi terhadap rangsang) atau angioorganopati (meliputi penyakit sumbatan arteri, angiitis, sumbatan pembuluh arteri karena emboli).<\/p>\n<p>Penyebab penyakit sumbatan arteri terutama aterosklerosis dan tromboangiitis obliterans. Sindrom Raynaud meliputi episode vasospasme pada jari tangan dan kaki yang sering dikaitkan dengan paparan dingin Tatalaksana sindrom Raynaud meliputi menghindari udara dingin dan berhenti merokok. Gejala-gejala yang lebih parah mungkin memerlukan pengobatan dengan vasodilator, dan yang paling sering berhasil pada sindroma Raynaud primer.<\/p>\n<p>Nifedipin (bagian 2.4.2) bermanfaat untuk menurunkan frekuensi dan keparahan serangan vasospastik. Sebagai alternatif, naftidrofuril dapat juga memperbaiki gejala penyakit; inositol nikotinat (derivat asam nikotinat) dapat dipertimbangkan juga. Sinarisin, pentoksifilin, dan prazosin belum diketahui efektivitasnya.<\/p>\n<p>Efektivitas terapi menggunakan vasodilator pada anak-anak belum diketahui.<\/p>\n<p><strong>Monografi<\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"NAFTIDROFURIL_OKSALAT\"><\/span>NAFTIDROFURIL OKSALAT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Indikasi<\/strong>:<br \/>\npenyakit pembuluh darah perifer; penyakit pembuluh darah perifer.<\/p>\n<p><strong>Efek Samping<\/strong>:<br \/>\nmual, nyeri epigastrik, ruang kulit, hepatitis, gangguan hati.<\/p>\n<p><strong>Dosis<\/strong>:<br \/>\npenyakit pembuluh darah perifer, 100-200 mg 3 kali sehari; penyakit pembuluh darah, 100 mg 3 kali sehari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PENTOKSIFILIN\"><\/span>PENTOKSIFILIN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Indikasi<\/strong>:<br \/>\nklaudikasi intermiten akibat oklusi arteri perifer kronis.<\/p>\n<p><strong>Peringatan<\/strong>:<br \/>\npasien yang alergi terhadap turunan xantin; mungkin mengurangi aras fibrinogen plasma; pada pasien yang juga menerima obat antihipertensi sebaiknya tekanan darahnya dipantau.<\/p>\n<p><strong>Efek Samping<\/strong>:<br \/>\nlazim terjadi mual dan dispepsia; kurang lazim kembung, anoreksia, muntah; pusing, sakit kepala, muka merah; kadang-kadang insomnia, mengantuk, cemas, bingung; jarang terjadi palpitasi, angina, aritmia, hipotensi, dispnea, edema; juga pernah dilaporkan kolesistitis, hepatitis, pansitopenia, trombositopenia, purpurea, anemia aplastik; kadang-kadang juga terjadi pengelihatan kabur, ruam kulit, urtikaria, mulut kering, sumbatan nasal.<\/p>\n<p><strong>Dosis<\/strong>:<br \/>\n400 mg 2-3 kali sehari setelah makan; jika dalam 1-2 minggu tidak ada perbaikan sebaiknya dihentikan; jika terjadi efek samping saluran cerna atau SSP berkembang sebaiknya dosis dikurangi menjadi 400 mg 1-2 kali sehari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"SINARIZIN\"><\/span>SINARIZIN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Indikasi<\/strong>:<br \/>\npenyakit pembuluh darah arteri perifer; sindrom Raynaud.<\/p>\n<p><strong>Kontraindikasi<\/strong>:<br \/>\nPenyakit Parkinson; hipotensi.<\/p>\n<p><strong>Efek Samping<\/strong>:<br \/>\nhipotensi pada dosis besar, mengantuk, sakit kepala gangguan saluran cerna; jarang terjadi reaksi kulit alergik, letih.<\/p>\n<p><strong>Dosis<\/strong>:<br \/>\ndosis awal 75 mg 3 kali sehari; dosis penunjang 75 mg 2-3 kali sehari.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"TURUNAN_ASAM_NIKOTINAT\"><\/span>TURUNAN ASAM NIKOTINAT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Indikasi<\/strong>:<br \/>\npenyakit pembuluh darah perifer (untuk hiperlipidemia lihat bab 2.10.5).<\/p>\n<p><strong>Peringatan<\/strong>:<br \/>\ndiabetes.<\/p>\n<p><strong>Efek Samping<\/strong>:<br \/>\nmuka merah, pusing, mual muntah, hipertensi (lebih sering dengan asam nikotinat daripada turunannya); efek diabetogenik dilaporkan dengan asam nikotinat dan nikotinil alkohol; jarang terjadi perubahan fungsi hati (Pantau padan penggunaan dosis tinggi jangka panjang).<\/p>\n<p><strong>Dosis<\/strong>:<br \/>\ninositol nikotinat, 1 g 3 kali sehari, jika perlu tingkatkan sampai 4 g sehari.<\/p>\n<p>Nikotinil alkohol (sebagai tartrat) 25-50 mg 4 kali sehari.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2122_Vasodilator_serebral\"><\/span>2.12.2. Vasodilator serebral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Obat-obat golongan ini diklaim dapat memperbaiki fungsi mental. Beberapa telah dilaporkan dapat memperbaiki kinerja uji psikologis, tetapi obat-obat tersebut secara klinis belum terbukti bermanfaat untuk demensia (pikun).<\/p>\n<p><strong>Monografi<\/strong><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"CO-DERGOKRIN_MESILAT\"><\/span>CO-DERGOKRIN MESILAT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>Indikasi<\/strong>:<br \/>\ntambahan pada pasien usia lanjut dengan demensia ringan sampai sedang.<\/p>\n<p><strong>Peringatan<\/strong>:<br \/>\nbradikardia yang parah.<\/p>\n<p><strong>Efek Samping<\/strong>:<br \/>\ngangguan saluran cerna, muka merah, sakit kepala, ruam kulit, sumbatan nasal; pusing dan hipotensi postural pada pasien hipertensi.<\/p>\n<p><strong>Dosis<\/strong>:<br \/>\n1,5 mg 3 kali sehari sebelum makan atau 4,5 mg sekali sehari sebelum makan.<\/p>\n<p><strong>Keterangan<\/strong>:<br \/>\nSuatu campuran sebanding dihidroergokornin mesilat, dihidroergokristin mesilat, dan dalam rasio 2:1 a dan b-dihidroergokriptin mesilat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2123_Gangguan_aliran_darah_vena\"><\/span>2.12.3. Gangguan aliran darah vena<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyakit pembuluh vena yang paling sering terjadi adalah gejala varikosis (dilatasi pembuluh vena permukaan kaki dan akibat-akibat yang menyertainya (edema lokal, indurasi, atrofi, pigmentasi hebat, sianosis kulit, borok kaki, tromboflebitis) yang timbul akibat pengaruh mekanik dan hormonal pada jaringan ikat yang lemah.<\/p>\n<p>Pengobatan gejala-gejala varikosis dapat dilakukan dengan senyawa tonik vena (misal dihidroergotamin) dan glikosida triterpen hasil isolasi Aesculus hippocastanum (aesin). Senyawa-senyawa tersebut mungkin bekerja dengan cara menurunkan permeabilitas kapiler, dan menurunkan filtrasi kapiler, mengurangi edema lokal, dan memperbaiki aliran balik vena. Pemberian aesin intravena, terutama untuk anak-anak, sebaiknya dihindari karena mungkin dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Varikosis vena juga diobati dengan senyawa sklerosan (senyawa-senyawa iritan yang digunakan untuk melenyapkan varikosis vena pada kaki dan hemoroid). Banyak iritan yang telah digunakan sebagai sklerosan, diantaranya garam natrium asam lemak dari minyak ikan, etanolamin oleat, dan natrium tetradesil sulfat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":4047,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[267],"tags":[],"class_list":["post-3739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ioni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Gangguan-Sirkulasi-Darah-min.jpg?fit=789%2C444&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}