{"id":57,"date":"2009-07-26T21:29:06","date_gmt":"2009-07-26T13:29:06","guid":{"rendered":"http:\/\/farmasi.dikti.net\/?p=57"},"modified":"2017-03-31T11:56:37","modified_gmt":"2017-03-31T03:56:37","slug":"sudahkah-anda-mengenal-ovula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/sudahkah-anda-mengenal-ovula\/","title":{"rendered":"Sudahkah Anda Mengenal Ovula?"},"content":{"rendered":"<p><!--Ads1--><\/p>\n<p>Jika pada tulisan terdahulu sudah pernah membahas tentang <a title=\"Suppositoria\" href=\"https:\/\/apoteker.net\/blog\/suppositoria-jangan-dimakan\/\" target=\"_blank\">Suppositoria<\/a>, sekarang giliran \u201csahabat karib\u201d-nya, yakni <strong>Ovula<\/strong>. <strong>Ovula<\/strong> atau <em>vaginal suppositoria <\/em>merupakan sediaan padat yang digunakan melalui vagina, umumnya berbentuk telur dan dapat juga memiliki bentuk lonjong seperti kerucut, dapat melarut, melunak dan meleleh pada suhu tubuh dengan berat umum sekitar 5 gram.<\/p>\n<p><!--Ads2--><\/p>\n<p>Tata cara penyimpanan <strong>ovula<\/strong> sebaiknya dalam wadah tertutup baik, sejuk, dan pada suhu di bawah 35<sup>o<\/sup>C. Untuk <strong>ovula<\/strong> dengan bahan dasar lemak coklat disimpan dalam wadah tertutup baik, sebaiknya pada suhu 30<sup>o<\/sup>C (suhu kamar terkendali).<\/p>\n<p>Cara Pemakaiannya tentu saja \u201ckhusus\u201d. Berikut penjelasan disertai gambar:<!--more--><\/p>\n<ol>\n<li>Cuci Tangan sebelum menggunakan obat dan gunakan <em>aplikator<\/em> sesuai petunjuk penggunaan dari industri penghasil sediaan <strong>ovula<\/strong>.<\/li>\n<li>Jika penderita hamil, maka sebelum menggunakan obat sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional perawatan kesehatan.<br \/>\n<!--Ads3-->\n<\/li>\n<li>Penderita berbaring dengan kedua kaki direnggangkan, dengan menggunakan aplikator obat dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin <strong>tanpa dipaksakan<\/strong> dan dibiarkan selama beberapa waktu.<\/li>\n<li>Setelah penggunaan, aplikator dan tangan penderita dicuci bersih dengan sabun dan air hangat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Berikut gambarnya:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2009\/07\/penggunaan-ovula.png?ssl=1\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1401\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2009\/07\/penggunaan-ovula.png?resize=419%2C407&#038;ssl=1\" alt=\"penggunaan ovula yang benar\" width=\"419\" height=\"407\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p><!--Ads4--><\/p>\n<p>Keterangan<br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana; color: red;\">Warna <strong>Merah<\/strong><\/span> = Posisi yang baik<br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana; color: blue;\">Warna <strong>Biru<\/strong><\/span> = Cara Memegang Aplikator yang benar<br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana; color: lime;\">Warna <strong>Hijau<\/strong><\/span> = Cara Memegang Obat dengan Aplikator yang benar<br \/>\n<span style=\"font-family: Verdana; color: yellow;\">Warna <strong>Kuning<\/strong><\/span> = Cara Menggunakan<\/p>\n<p><!--Ads5--><\/p>\n<blockquote><p><strong>PENTING!<\/strong><br \/>\nUntuk <span style=\"text-decoration: underline;\">Pasien<\/span>, <strong>Mintalah petunjuk saat Anda menebus resep obat dalam bentuk Ovula ini.<\/strong><br \/>\nUntuk <span style=\"text-decoration: underline;\">Apoteker<\/span>, <strong>Berikan penjelasan yang memadai dan mudah dimengerti pasien<\/strong> <strong>meski pasien tidak memintanya<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ovula atau vaginal suppositoria merupakan sediaan padat yang digunakan melalui vagina, umumnya berbentuk telur dan dapat juga memiliki bentuk lonjong seperti kerucut, dapat melarut, melunak dan meleleh pada<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":true,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[23,129,130,195],"class_list":["post-57","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-obat-dan-penyakit","tag-apoteker","tag-ovula","tag-pasien","tag-vagina"],"aioseo_notices":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/apoteker.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2009\/07\/Suppository-vaginal-ovula.jpg?fit=800%2C600&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apoteker.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}