29.1 C
Banjarmasin
Selasa, Juni 25, 2024

Dasar Analisis Senyawa Obat

Apoteker.Net – Analisis senyawa obat adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan komposisi dan karakteristik suatu obat atau bahan kimia yang digunakan dalam industri farmasi. Tujuan dari analisis senyawa obat adalah untuk memastikan bahwa obat tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan, yaitu mengandung jumlah kandungan yang tepat dari bahan aktif yang diinginkan serta tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan atau yang merugikan.

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam analisis senyawa obat, diantaranya adalah:

  1. Analisis kimia: metode ini menggunakan prinsip-prinsip kimia dasar untuk menentukan komposisi obat. Contohnya adalah metode titrasi, spektroskopi, dan chromatografi.
  2. Analisis biologi: metode ini menggunakan sistem biologi untuk menentukan komposisi obat. Contohnya adalah metode bioassay dan ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay).
  3. Analisis fisik: metode ini menggunakan prinsip-prinsip fisika dasar untuk menentukan komposisi obat. Contohnya adalah metode densitometri, polarimetri, dan viskometri.

Untuk menentukan karakteristik suatu obat atau bahan kimia, dapat dilakukan beberapa uji karakteristik, diantaranya adalah:

  1. Uji identitas: untuk menentukan apakah obat tersebut sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
  2. Uji kemurnian: untuk menentukan tingkat kemurnian obat tersebut.
  3. Uji stabilitas: untuk menentukan apakah obat tersebut stabil dalam waktu yang telah ditentukan.
  4. Uji keamanan: untuk menentukan apakah obat tersebut aman untuk digunakan.

Analisis senyawa obat sangat penting untuk memastikan bahwa obat tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan sehingga dapat digunakan dengan aman dan efektif oleh pasien.

Suatu bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rokhaniah pada manusia atau hewan, memperelok badan atau bagian badan menusia biasa kita kenal dengan nama obat. (Anief, 2004).

Contoh Analisis Senyawa Obat

Asam mefenamat berfungsi sebagai analgesic, anti-inflamasi. Kurang efektif dibandingkan aspirin (Ganiswara, 1995). Mengandung tidak kurang 98,0% dan tidak lebih dari 102,0% C15H15NO2 dihitung terhadap zat (Anonim, 1995).

Antalgin atau metampiron adalah obat yang berkhasiat sebagai analgetikum dan antipiretikum. Metampiron mengandung tidak kurang dari 99% dan tidak lebih dari 101,0% C13H16N3NaO4S.H2O, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Asam salisilat adalah obat yang berkhasiat sebagai keratolitikum dan anti fungi. Asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% C7H6O3. Ampisilin adalah obat yang berkhasiat sebagai antibiotikum.

Ampisilina mengandung tidak kurang dari 95,0% C16H19N3O4S dihitung terhadap zat anhidrat.

Asam askorbat atau vitamin C adalah obat yang berkhasiat sebagai antiskorbut. Asam askorbat mengandung tidak kurang dari 99,0% C6H8O6 (Anonim, 1979).

Kloramfenikol adalah obat yang berkhasiat sebagai penghambat sintesis protein kuman. Yang dihambat adalah enzim peptidil transferase yang berperan sebagai katalisator untuk membentuk ikatan peptide pada proses sintesis kuman (Ganiswara, 1995). Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97,0% dan tidak lebih dari 103,0% C11H12Cl2N2O3 (Anonim, 1995).

Parasetamol atau asetanimofen adalah obat yang berkhasiat sebagai analgetikum dan antipiretikum. Asetaminofen mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Piridoksin HCl atau vitamin B6 adalah obat yang berkhasiat sebagai komponen vitamin B-kompleks. Piridoksina HCl mengandung tidak kurang dari 98,0% C18H11NO3.HCl, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Thyamina HCl atau vitamin B1 adalah obat yang berkhasiat sebagai antineuretikum dan komponen vitamin B kompleks (Anonim, 1979).

*Sumber
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Ganiswara, Sulistia W, 1995, Farmakologi dan Terapi Edisi 4, Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja, 2002, Obat Obat Penting Khasiat, Pengggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya, PT Elex Media komputindo, Jakarta.

Artikel sebelumnya
Artikel selanjutnya
Jimmy Ahyari
Jimmy Ahyari
Seorang apoteker yang juga menyukai dunia internet dan teknologi informasi. Just google my name. 🤣
Continue Reading

Disclaimer: Artikel yang terdapat di situs ini hanya bertujuan sebagai informasi, dan bukan sebagai referensi utama atau pengganti saran/tindakan dari profesional.

error: