29.1 C
Banjarmasin
Selasa, April 23, 2024

Dasar Analisis Anion

Apoteker.Net – Analisis anion adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan keberadaan dan jumlah anion-anion (ion negatif) dalam suatu sampel. Anion adalah ion yang memiliki muatan negatif dan dapat terdiri dari berbagai macam jenis, seperti klorida (Cl-), bromida (Br-), sulfat (SO4 2-), nitrat (NO3-), dan fosfat (PO4 3-). Analisis anion berguna untuk mengetahui komposisi sampel dan menentukan keberadaan anion-anion yang mungkin merugikan atau berbahaya bagi kesehatan.

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam analisis anion, diantaranya adalah:

  1. Metode titrasi asam basa: metode ini menggunakan prinsip titrasi asam basa untuk menentukan jumlah anion yang terkandung dalam sampel.
  2. Metode spektroskopi: metode ini menggunakan prinsip spektroskopi untuk menentukan jumlah anion yang terkandung dalam sampel. Contohnya adalah spektroskopi inframerah (IR), spektroskopi ultraviolet-visible (UV-Vis), dan spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR).
  3. Metode chromatografi: metode ini menggunakan prinsip chromatografi untuk menentukan jumlah anion yang terkandung dalam sampel. Contohnya adalah chromatografi kolom, chromatografi lapis tipis (TLC), dan chromatografi cair kinerja tinggi (HPLC).

Dalam menentukan jumlah anion yang terkandung dalam sampel, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil analisis, seperti pH sampel, konsentrasi sampel, dan kemurnian sampel. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa alat-alat yang digunakan dalam proses analisis anion dalam keadaan bersih dan steril agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Dasar Analisis Kation

Kemungkinan adanya Anion dapat diperkirakan dengan mengetahui kepastian kation apa saja yang terdapat dalam larutan sampel pada percobaan terdahulu yaitu Percobaan Analisis Kation.

Pengujian antara reaksi asam sulfat encer dan pekat merupakan salah satu cara untuk mengetahui anion apa saja yang terdapat dalam larutan sampel. Hal tersebut dikarenakan asam sulfat yang merupakan asam kuat mampu mendesak anion lemah keluar dari senyawanya. Sebagai contoh, larutan yang mengandung garam karbonat akan keluar dan terurai menjadi air dan gas karbondioksida dengan bantuan asam sulfat yang mendesak asam karbonat.

Dengan memperhatikan daftar kelarutan berbagai garam dalam air dan pelarut yang lain, jenis anion yang terdapat dalam larutan bisa diperkirakan. Misalnya garam sulfida tidak larut dalam asam, garam karbonat tidak larut dalam sulfida.

Untuk mendeteksi anion tidak diperlukan metode sistematik seperti pada kation. Anion dapat dipisahkan dalam golongan-golongan utama, bergantung pada kelarutan garam peraknya, garam kalsium atau bariumnya, dan garam zinknya. Namun, ini hanya dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan pada metode ini. (Vogel, 1985)

Proses-proses yang dipakai dapat dibagi kedalam (A) proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap, dan (B) proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan. (Vogel, 1985)

Secara kasar, reagensia atau pereaksi yang dapat dipakai adalah:

  1. Zat kimia kualitas teknis.
  2. Reagensia C.P, seringkali jauh lebih murni daripada reagensia U.S.P.
  3. Reagensia U.S.P yaitu memenuhi persyaratan kemurnian yang ditetapkan oleh United States Pharmacopoeia.
  4. Zat kimia bermuu ragensia (reagent-grade) memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Komite Reagensia Analitis dari Masyarakat Kimia Amerika Serikat. (Underwood, 1986)

Pengujian anion dalam larutan hendaknya dilakukan menurut urutan:

  1. Uji sulfat
  2. Uji untuk zat pereduksi
  3. Uji untuk zat pengoksid
  4. Uji dengan larutan perak nitrat
  5. Uji dengan larutan Kalsium klorida
  6. Uji dengan larutan besi (III) klorida. (Vogel, 1985)

Untuk keperluan sampel didihkan dengan larutan Na2CO3 jenuh, praktis semua ion logam mengendap sebagai karbonat, dan filtrat atau ekstrak soda (ES) dipakai untuk pengujian anion.

  1. Kelompok Nitrat
  2. Kelompok Sulfat
  3. Kelompok Halogenida
  4. Kelompok lain. (Rahmad, 2004)

*Sumber:
Day, R.A dan Underwood A.L, 1986, Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta.
Yunus, Rahmat, 2004, Diktat Kimia Analitik I, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.
Vogel, 1985, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro Bagian I, PT. Kalman Media Pusaka, Jakarta.

Artikel sebelumnya
Artikel selanjutnya
Jimmy Ahyari
Jimmy Ahyari
Seorang apoteker yang juga menyukai dunia internet dan teknologi informasi. Just google my name. 🤣
Continue Reading

Disclaimer: Artikel yang terdapat di situs ini hanya bertujuan sebagai informasi, dan bukan sebagai referensi utama atau pengganti saran/tindakan dari profesional.

error: