ApotekerNET – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan pemantauan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk Semester I Tahun 2026, BPOM berhasil meraih peringkat pertama sebagai instansi pemerintah pusat dengan Skor Arsip ASN tertinggi, yaitu 96,7 dengan predikat “Sangat Lengkap”.
Capaian tersebut menempatkan BPOM di posisi teratas, mengungguli sejumlah instansi pemerintah lainnya. Di bawah BPOM terdapat Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan skor 92,1, disusul Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan skor 89, Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah RI dengan skor 87,9, serta Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan dengan skor 85,6.
Prestasi ini menjadi indikator kuat bahwa BPOM tidak hanya berfokus pada pengawasan obat dan makanan, tetapi juga berhasil membangun tata kelola administrasi kepegawaian yang modern, tertib, dan terdokumentasi secara komprehensif. Kelengkapan arsip ASN merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung birokrasi yang profesional, transparan, serta akuntabel.
Keberhasilan meraih skor 96,7 mencerminkan konsistensi BPOM dalam memperkuat budaya kerja berbasis data dan pengelolaan dokumen digital. Pengelolaan arsip yang semakin tertata turut mendorong administrasi kepegawaian berjalan lebih efisien, akurat, serta memberikan dukungan yang lebih optimal dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan organisasi.
Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi birokrasi yang dijalankan BPOM tidak hanya menyentuh aspek pelayanan publik, tetapi juga penguatan tata kelola internal sebagai fondasi organisasi yang adaptif dan berdaya saing.
Raihan peringkat pertama ini diharapkan menjadi motivasi bagi BPOM untuk terus mempertahankan standar pengelolaan arsip ASN yang telah dibangun, sekaligus menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah lainnya dalam mewujudkan birokrasi yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada kualitas layanan publik.
Kinerja Terbukti, Apresiasi Layak Dipertimbangkan
Berbagai indikator kinerja menunjukkan bahwa BPOM terus berada pada jalur yang positif. Prestasi demi prestasi berhasil diraih, mulai dari capaian Reformasi Birokrasi, opini WTP yang dipertahankan selama bertahun-tahun, hingga kini menjadi instansi pemerintah pusat dengan Skor Arsip ASN tertinggi di Indonesia. Di tengah deretan pencapaian tersebut, masih tersisa satu harapan yang banyak disampaikan oleh pegawai BPOM, yakni penyesuaian Tunjangan Kinerja (Tukin) hingga 100 persen.
Apabila berbagai indikator objektif kinerja terus menunjukkan hasil yang sangat baik, maka harapan tersebut dapat menjadi salah satu aspek yang layak dipertimbangkan oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap institusi yang konsisten menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berkualitas dan pelayanan publik yang semakin baik.

